Sabtu, 03 Juli 2021

Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)

 



Hallo teman-teman๐Ÿ˜‡kembali lagi dengan blog hari ini. Tentu kalian penasaran yaa tentang isi blog saya kali ini. Nah di sini saya akan memaparkan laporan bacaan saya hari ini mengenai Manajemen Sekolah yang saya dapati dari jurnal yang sesuai dengan tema dan untuk memenuhi tugas mata kuliah Magang I yang diampu oleh dosen Farninda Aditya, M.Pd.  Pasti kalian penasaran kan? Yuk langsung saja kalian simak di bawah ini yaa.

           Manajemen suatu usaha mengatur dan mengelola suatu organisasi dengan menggunakan seluruh sumber daya yang dimiliki secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan. Sebagaimana Allah berfirman dalam surat As-Saf:4, berikut ini:

ุงِู†َّ ุงู„ู„ّٰู‡َ ูŠُุญِุจُّ ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ูŠُู‚َุงุชِู„ُูˆْู†َ ูِูŠْ ุณَุจِูŠْู„ِู‡ٖ ุตَูًّุง ูƒَุงَู†َّู‡ُู…ْ ุจُู†ْูŠَุงู†ٌ ู…َّุฑْุตُูˆْุตٌ

 “ Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan

yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”

(QS. As-Saf:4)

Barisan yang teratur yang dimaksudkan dalam ayat tersebut diatas mengindikasikan sebuah organisasi yang memiliki manajemen yang baik (teratur). Berdasarkan ayat tersebut dapat diketahui bahwasannya Allah menyukai suatu oraganisasi yang memiliki manajemen yang baik dengan pengelolaan baik, diibarat sebuah bangunan yang kokoh.

Dalam ayat ini, terdapat lima konsep besar yang harus ada untuk mewujudakn organisasi yang kokoh.Yaitu, kesesuaian konsep dan pelaksanaan dalam organisasi, soliditas tim, ketepatan mengukur dan mengetahui kekuatan dan tantangan, konsep kesungguhan dalam bekerja dan berjuang, serta memiliki kader yang militan (kader yang solid).

Untuk mewujudkan organisasi yang kokoh diperlukan adanya kesesuaian konsep (perkataan) dan pelaksanaan (at tawafuq bainal qouli wal amal). Dijelaskan dalam ayat ini, bahwa seruan-seruan ini hanya ditujukan untuk orang-orang beriman dan tidak untuk semua orang. Artinya bahwa, sebagai orang beriman harus memahami dan melaksanakan hal tersebut.

Selain itu, yang diseru dalam ayat ini adalah orang-orang beriman bukan hanya satu orang beriman.dan di sinilah pesan konsep kejamaahannya (keorganisasiannya). Kesesuaian antara konsep (perkataan) dan pelaksanaan artinya tidak hanya lihai dalam merumuskan ide yang tidak diiringi dengan amal nyata. Justru keduanya harus berjalan dengan sinergi antara konsep dan pelaksanaan. Organisasi itu harus mempunyaikonsep cara bekerja. Bukan hanya sekedar mempunyai kemampuan bekerja tetapi juga menguasai cara bekerja. Penguasaan cara bekerja akan memudahkan bagaimana mencapai tujuan berkerja.

Dalam ayat keempat surat ini disebutkan bahwa Allah SWT menyukai mukmin yang berjuang dalam sebuah bangunan yang kokoh. Ciri dari bangunan yang kokoh adalah seluruhkomponen di dalamnya saling menguatkan satu dengan yang lain. Dapat dirinci, bahwa soliditas organisasi memiliki tiga ciri, yaitu: masing-masing komponen didalamnya bias menguatkan satu dengan yang lain, bersinergi dalam bekerja serta memiliki program yang jelas, termasuk pembagian pelaksanaan program (pembagian potensi dan pemanfaatankemampuan). Dalam hal ini, diperlukan adanya ketepatan di dalam penempatan orang. Siapayang harus jadi tiang, jendela, atap, dan sebagainya.

Sebagaimana disebutkan sebelumnya bahwa Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dapat didefinisikan sebagai model manajemen yang memberikan otonomi (kewenangan dan tanggung jawab) yang lebih besar kepada sekolah, memberikan fleksibilitas/ keluwesan lebih besar kepada sekolah, mendorong partisipasi secara langsung dari warga sekolah (guru, siswa, kepala sekolah, karyawan) dan masyarakat (orangtua siswa, tokoh masyarakat, ilmuwan, pengusaha), dan meningkatkan mutu sekolah. Sehingga Sekolah dapat menentukan kebijakan tersendiri mau kearah mana sekolah kan dikembangkan asalkan tidak bertentangan dengan peraturan dan kebijakan nasional.

Di dalam Surat Ar- Ra‟d ayat:11 disebutkan:

ู„َู‡ٗ ู…ُุนَู‚ِّุจٰุชٌ ู…ِّู†ْۢ ุจَูŠْู†ِ ูŠَุฏَูŠْู‡ِ ูˆَู…ِู†ْ ุฎَู„ْูِู‡ٖ ูŠَุญْูَุธُูˆْู†َู‡ٗ ู…ِู†ْ ุงَู…ْุฑِ ุงู„ู„ّٰู‡ِ ุۗงِู†َّ ุงู„ู„ّٰู‡َ ู„َุง ูŠُุบَูŠِّุฑُ ู…َุง ุจِู‚َูˆْู…ٍ ุญَุชّٰู‰ ูŠُุบَูŠِّุฑُูˆْุง ู…َุง ุจِุงَู†ْูُุณِู‡ِู…ْۗ ูˆَุงِุฐَุงٓ ุงَุฑَุงุฏَ ุงู„ู„ّٰู‡ُ ุจِู‚َูˆْู…ٍ ุณُูˆْุۤกًุง ูَู„َุง ู…َุฑَุฏَّ ู„َู‡ٗ ูۚˆَู…َุง ู„َู‡ُู…ْ ู…ِّู†ْ ุฏُูˆْู†ِู‡ٖ ู…ِู†ْ ูˆَّุงู„ٍ

Artinya: Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

(Ar- Ra‟d ayat:11)

Berdasarkan ayat tersebut, Allah menyuruh suatu kaum untuk dapat merubah keadaannya sendiri. Hal ini menunjukan sebuah sekolah/madrasahlah yang dapat merubah keadaanya untuk maju sendiri bukan orang lain, karena sekolah itu sendirilah yang mengetahui dan memahami keadaan dan situasi sekolahnya. Sekolah memiliki analisis situasi sehingga dapat mengatur dan mengelola dirinya sendiri. Misalnya dalam

Manajemen tenaga pendidikan yang diperlukannya,    tentunya sekolah memiliki perencanaan dan kebutuhan tenaga sesuai yang dibutuhkannya, karena Dalam melakukan pengelolaan (manajemen) yang berbasis sekolah (MBS), setiap sekolah/madrasah memiliki tujuan yang hendak dicapai dengan melihat dan mempelajari kondisi lingkungan sosial dimana sekolah/madrasah tersebut berada. Semua tujuan yang ingin dicapai berdasarkan pada usaha yang dilakukan oleh sekolah tersebut. Karena sesungguhnya manusia tidak akan memperoleh sesuatu apapun selain dari apa yang diusahakannya. Sebagaimana dijelaskan allah dalam Alquran surat An-Najm ayat 39 berikut ini:

ูˆَุงَู†ْ ู„َّูŠْุณَ ู„ِู„ْุงِู†ْุณَุงู†ِ ุงِู„َّุง ู…َุง ุณَุนٰู‰ۙ

Artinya: dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya, (QS. An-Najm: 39).


Selain itu, Allah juga berfirman dalam surat az-Zalzalah ayat 7-8, yang menjelaskan tentang segala usaha akan mendapatkan balasannya, yaitu:

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya. Dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan) nya pula.” (QS. Az-Zalzalah: 7- 8).


Daftar Pustaka:

Hamid. 2013. Manajemen Berbasis Sekolah. Al-khawarizmi, Vol 1 Maret 2013.

Arismunandar, Nurhikmah, Widya Karmila. 2016. Manajemen berbasis sekolah. Badan penerbit universitas negeri Makassar: Makassar.

Dirjo Ardiansyah, Muhajir, Ahmad. 2018. Manajemen Berbasis Sekolah. Direktorat pembinaan: Jakarta Selatan.

Sistem Evaluasi

       Halo..teman-teman..๐Ÿ˜‡alhamdulillah pada kesempatan kali ini, saya selaku penulis ingin berbagi pengetahuan mengenai "Sistem Eval...