Hallo teman-teman๐kembali lagi dengan blog hari ini. Tentu kalian penasaran yaa tentang isi blog saya kali ini. Nah di sini saya akan memaparkan laporan bacaan saya hari ini mengenai Manajemen Sekolah yang saya dapati dari jurnal yang sesuai dengan tema dan untuk memenuhi tugas mata kuliah Magang I yang diampu oleh dosen Farninda Aditya, M.Pd. Pasti kalian penasaran kan? Yuk langsung saja kalian simak di bawah ini yaa.
ุงَِّู ุงَّٰููู ُูุญِุจُّ ุงَّูุฐَِْูู َُููุงุชَُِْููู
ِْูู ุณَุจِِْูููٖ ุตًَّูุง َูุงََُّููู
ْ ุจَُْููุงٌู ู
َّุฑْุตُْูุตٌ
“ Sesungguhnya Allah menyukai orang
yang berperang dijalan-Nya dalam barisan
yang teratur
seakan-akan mereka seperti
suatu bangunan yang tersusun kokoh.”
(QS. As-Saf:4)
Barisan yang teratur yang dimaksudkan dalam ayat tersebut
diatas mengindikasikan sebuah
organisasi yang memiliki manajemen yang baik (teratur). Berdasarkan ayat
tersebut dapat diketahui
bahwasannya Allah menyukai suatu oraganisasi yang memiliki manajemen yang baik
dengan pengelolaan baik, diibarat
sebuah bangunan yang kokoh.
Dalam ayat ini, terdapat lima konsep besar yang harus ada
untuk mewujudakn organisasi yang kokoh.Yaitu, kesesuaian konsep dan pelaksanaan
dalam organisasi, soliditas tim, ketepatan mengukur dan mengetahui kekuatan dan
tantangan, konsep kesungguhan dalam bekerja dan berjuang, serta memiliki kader
yang militan (kader yang solid).
Untuk mewujudkan organisasi yang kokoh diperlukan adanya
kesesuaian konsep (perkataan) dan pelaksanaan (at tawafuq bainal qouli wal
amal). Dijelaskan dalam ayat ini, bahwa seruan-seruan ini hanya ditujukan untuk
orang-orang beriman dan tidak untuk semua orang. Artinya bahwa, sebagai orang
beriman harus memahami dan melaksanakan hal tersebut.
Selain itu, yang diseru dalam ayat ini adalah orang-orang
beriman bukan hanya satu orang beriman.dan di sinilah pesan konsep
kejamaahannya (keorganisasiannya). Kesesuaian antara konsep (perkataan) dan
pelaksanaan artinya tidak hanya lihai dalam merumuskan ide yang tidak diiringi
dengan amal nyata. Justru keduanya harus berjalan dengan sinergi antara konsep
dan pelaksanaan. Organisasi itu harus mempunyaikonsep cara bekerja. Bukan hanya
sekedar mempunyai kemampuan bekerja tetapi juga menguasai cara bekerja.
Penguasaan cara bekerja akan memudahkan bagaimana mencapai tujuan berkerja.
Dalam ayat keempat surat ini disebutkan bahwa Allah SWT
menyukai mukmin yang berjuang dalam sebuah bangunan yang kokoh. Ciri dari
bangunan yang kokoh adalah seluruhkomponen di dalamnya saling menguatkan satu
dengan yang lain. Dapat dirinci, bahwa soliditas organisasi memiliki tiga ciri,
yaitu: masing-masing komponen didalamnya bias menguatkan satu dengan yang lain,
bersinergi dalam bekerja serta memiliki program yang jelas, termasuk pembagian
pelaksanaan program (pembagian potensi dan pemanfaatankemampuan). Dalam hal ini,
diperlukan adanya ketepatan di dalam penempatan orang. Siapayang harus jadi
tiang, jendela, atap, dan sebagainya.
Sebagaimana disebutkan sebelumnya bahwa Manajemen Berbasis
Sekolah (MBS) dapat didefinisikan sebagai model manajemen yang memberikan
otonomi (kewenangan dan tanggung jawab) yang lebih besar kepada sekolah,
memberikan fleksibilitas/ keluwesan lebih besar kepada sekolah, mendorong
partisipasi secara langsung dari warga sekolah (guru, siswa, kepala sekolah,
karyawan) dan masyarakat (orangtua siswa, tokoh masyarakat, ilmuwan,
pengusaha), dan meningkatkan mutu sekolah. Sehingga Sekolah dapat menentukan
kebijakan tersendiri mau kearah mana sekolah kan dikembangkan asalkan tidak
bertentangan dengan peraturan dan kebijakan nasional.
Di dalam Surat Ar- Ra‟d ayat:11 disebutkan:
َููٗ ู
ُุนَِّูุจٰุชٌ ู
ِّْูۢ
ุจَِْูู َูุฏَِْูู َูู
ِْู ุฎَِْูููٖ َูุญَْูุธَُْูููٗ ู
ِْู ุงَู
ْุฑِ ุงِّٰููู ุۗงَِّู
ุงَّٰููู َูุง ُูุบَِّูุฑُ ู
َุง ุจَِْููู
ٍ ุญَุชّٰู ُูุบَِّูุฑُْูุง ู
َุง ุจِุงَُْููุณِِูู
ْۗ
َูุงِุฐَุงٓ ุงَุฑَุงุฏَ ุงُّٰููู ุจَِْููู
ٍ ุณُْูุۤกًุง ََููุง ู
َุฑَุฏَّ َููٗ َููۚ
َุง َُููู
ْ
ู
ِّْู ุฏُِْูููٖ ู
ِْู َّูุงٍู
Artinya: Baginya
(manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan
dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah
tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri
mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum,
maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain
Dia.
(Ar- Ra‟d
ayat:11)
Berdasarkan ayat
tersebut, Allah menyuruh suatu kaum untuk dapat merubah keadaannya sendiri. Hal
ini menunjukan sebuah sekolah/madrasahlah yang dapat merubah keadaanya untuk
maju sendiri bukan orang lain, karena sekolah itu sendirilah yang mengetahui
dan memahami keadaan dan situasi sekolahnya. Sekolah memiliki analisis situasi
sehingga dapat mengatur dan mengelola dirinya sendiri. Misalnya dalam
Manajemen tenaga pendidikan yang diperlukannya, tentunya sekolah memiliki perencanaan dan kebutuhan tenaga sesuai
yang dibutuhkannya, karena Dalam melakukan pengelolaan (manajemen) yang
berbasis sekolah (MBS), setiap sekolah/madrasah memiliki tujuan yang hendak
dicapai dengan melihat dan mempelajari kondisi lingkungan sosial dimana
sekolah/madrasah tersebut berada. Semua tujuan yang ingin dicapai berdasarkan
pada usaha yang dilakukan oleh sekolah tersebut. Karena sesungguhnya manusia
tidak akan memperoleh sesuatu apapun selain dari apa yang diusahakannya.
Sebagaimana dijelaskan allah dalam Alquran surat An-Najm ayat 39 berikut ini:
َูุงَْู َّْููุณَ ِْููุงِْูุณَุงِู ุงَِّูุง ู
َุง ุณَุนٰูۙ
Artinya: dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya, (QS. An-Najm: 39).
Selain itu, Allah juga berfirman dalam surat az-Zalzalah ayat 7-8, yang menjelaskan tentang segala usaha akan mendapatkan balasannya, yaitu:
“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya. Dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan) nya pula.” (QS. Az-Zalzalah: 7- 8).
Daftar Pustaka:
Hamid. 2013. Manajemen Berbasis
Sekolah. Al-khawarizmi, Vol 1 Maret 2013.
Arismunandar, Nurhikmah, Widya Karmila.
2016. Manajemen berbasis sekolah. Badan penerbit universitas negeri
Makassar: Makassar.
Dirjo Ardiansyah, Muhajir, Ahmad. 2018. Manajemen
Berbasis Sekolah. Direktorat pembinaan: Jakarta Selatan.
